raisha ula :)

Foto Saya
mahasiswi jurusan Sastra Jerman 2013 Universitas Padjajaran
love is RUBBISH!!!

Sabtu, 03 Agustus 2013

there's something wrong inside my head??!!

sebelumnya maaf bgt ya mentemen udh lama ga posting lagi.. kemarin itu lagi sibuk ujian, trus sibuk nyari kuliahan deh dan alhamdulillah aku keterima di Universitas Padjajaran, jurusan Sastra Jerman.. hhe. melenceng sih dari pelajaran exact yang aku pelajarin selama 2 tahun di kelas IPA, tapi kan namanya juga minat, mau gimana lagi..

tujuan dikirimnya postingan ini sekadar buat sharing dan cerita saja teman. aku tidak tau lagi harus berbagi cerita dengan siapa. bukan cerita cinta kali ini. tapi..

kalian yang baru masuk kuliah atau yang udah jadi mahasiswa pun tau bagaiman senangnya lepas dari seragam putih abu-abu dan sebentar lagi akan menjadi mahasiswa? betul kan? berbeda sekali dengan ku.. justru aku takut.. semuanya berawal dari sini..

saai itu, aku sedang menunggu hari-hari pengumuman penentuan dimana kelak aku melanjutkan kuliah, dan kebetulan sesudah ujian-ujian itu kegiatan ku di Depok kosong, jadi aku bersama mamaku memutuskan ke Bandung. Jika kalian menyimak cerita cerita ku dulu kalian pasti tau kenapa. YAP! aku kembali kedokter mata untuk mengecek keadaan mata kanan ku. Memang, selama satu tahun terakhir aku sering menderita skit kepala. mulai dari ringan sampai hebat. awalnya kukira itu sakit kepala biasa, dan setelah aku membaca suatu artikel di internet ternyata itu bisa disebabkan oleh panyakit yang selama 18 tahun kuderita, Glaukoma. dan parahnya lagi, akibat sakit kepala itu rambutku sering rontok. banyak sekali. lagi-lagi kata dokter kulit bahwa aku stress, tapi aku percaya saja. kemudian sebelum aku keluar ruangan dia bertanya apakah aku ada penyakit lain, maka kuceritakanlah semua tentang glaukoma itu, akhirnya dokter itu pun menyarankan aku kembali ke Bandung untuk memastikan ada apa yang salah dengan mataku.

aku tau bahwa aku menderita glaukoma sejak kelas 2 SMP, selama hidupku yang aku tau aku hanya bisa melihat dengan mata kiriku, dan itu semua tidak masalah bagiku, sebelum aku tau bahwa aku glaukoma, aku terbiasa kok hidup dengan tekanan mata yang begitu tinggi, melihat dengan mata kiri saja. setelah dokter menyimpulkan bahwa itu glaukoma, maka setiap hari aku harus berkutat dengan obat-obatannya.. dorzol, timol, brimodin, itu sudah menjadi sahabat sejati ku selama 5 tahun..

aku kembali lagi ke Bandung setelah satu tahun terakhir tidak menginjakkan kaki lagi kesini. rasanya begitu bosan aku harus mendengar bahwa dokter itu akan berkata "teruskan saja obatnya".. akupun menebak obat apa lagi yang akan dia beri atau yang akan dia kurangi. setelah sesampainya di tempat praktek, tak lama setelah mengantri kami pun dipersilahkan masuk dan aku langsung mengutarakan apapun yang terjadi padaku satu tahun terakhir, dokter pun kelihatannya berpikir keras, maka ia memutuskan jalan operasi. ibu ku terkejut, seperti tak ada jalan lain, ia khawatir ada apa2 dengan mataku. naluri ibu. tapi dokter meyakinkan bahwa inilah jalan satu satunya agar sakit kepalaku reda. agar kegiatan perkuliahanku nanti tidak terganggu. maka ibuku pun setuju. yaahh hari itu juga kami disarankan langsung mengambil pengantar dokter penyakit dalam, dan tes lab.

pada tes lab ini yang membuat aku sedikit cemas, eritrositku dibawah rata2. apakah aku bisa menjalani operasi? adakah yang salah? wajar ternyata tekanan darahku rendah. karena itu, akupun disarankan bius total.

selang 2 hari dari keluarnya hasil lab, akupun menjalani operasi. rasanya begitu sebentar. aku tidak tau apa nasib teman teman yang mengantri operasi denganku tadi. ada seorang bapak-bapak yang begitu iba denganku. katanya aku masih muda, tapi sudah diberi cobaan melihat dengan satu mata. aku hanya tersenyum dan sedikit bersyukur.. masih ada satu mata..
operasi berjalan lancar, tak ada keluhan sedikitpun sampai esok harinya aku diperbolehkan pulang.. dengan berani, aku dan ibuku pulang ke palembang lalu ke bengkulu menggunakan mobil, karena ayah menunggu di palembang..

seminggu kemudian, saatnya aku kembali kebandung, tak kusangka ini awal dari penderitaan ku lagi. dari bengkulu sampai perjalanan ku di bandung, aku muntah muntah.. sakit kepala beserta mata yang hebat mendera ku.. sepanjang perjalanan itu pula aku menangis, merasa sangat tersiksa. malam nya aku diopname kembali oleh dokter. mereka mengatakan tekanan mataku kembali naik, sangat tinggi. akupun kembali dirawat intensif sampai akhirnya aku bertemu seorang gadis, sebaya ku, baru selesai dioprasi, dia ramah sekali menegurku, kata dokter, penyakit kami sama, hanya ia mata kiri, sedangkan aku kanan. dia begitu ramah menyapa ku saat itu di ruang pemeriksaan, aku tak dapat melihat jelas dengan keadaanku saat itu begitu lemah duduk diatas kursi roda. yang kutangkap hanya bayangan dia tersenyum dengan mata sama2 berusaha melihat, dan tatapan iba ibunya tertuju pada ku, kepada kami. rasanya aku ingin menangis saat itu. ingin ku memeluknya dan menceritakan betapa terbebannya menjadi orang yang berbeda karena glaukoma. tapi saat itu sangat tidak memungkinkan. info yang ku tau saat dia diperbolehkan pulang, dia diterima di Universitas Islam Bandung. hmmmh semoga kamu bisa beradaptasi kembali teman, aku tau rasanya..

semenjak kejadian itu, semenjak operasi pembukaan saluran mata itu, aku merasa tidak banyak perubahan terhadap mataku, warnanya masih tetap coklat muda beda dengan mata kiriku yang berwarna hitam, sedikit bertambah juling dari kemarin, keadaannya masih tetap tidak bisa melihat, dan yang sedikit membuatku kecewa aku masih harus berteman dengan obat obat ku walau tak sebanyak dulu. sakit kepala itu memang berkurang, tapi jika sekalinya sakit, dari leher sampai kepala berasa kaku, begitu sakit didalam otak ku, mataku serasa ditanam jarum, mual pun menjadi penggiringnya.

aku tau, aku seharusnya bersyukur masih bisa melihat dengan satu mata.. tapi kenapa justru disaat seperti ini aku malah merasa lebih minder, rasanya ridak siap untuk menghadapi dunia luar yang baru, yang baru mengenalku, pernah aku berpikir untuk pulang dan kuliah di Bengkulu saja. tapi aku merasa bodoh telah menolak kesempatan untuk mengejar cita-citaku di sini. aku bukan ingin menuntut kesempurnaan fisik, kecantikan, atau apalah.. tapi, jika kalian diposisiku, pasti kalian merasakan hal yang sama.. sesudah operasi itu, aku merasa semua orang yang mengenalkau belum tentu ingin mengenalku lagi setelah melihat keadaan ku, aku jadi malu sendiri teman.. sampai2 aku memilih mengakhiri hubungan ku dengan seorang cowok yang saat itu iya dia bilang akan terima aku apa adanya, dan menurutku dia bilang begitu karena belum melihatku. aku merasa jika suatu saat dia berjalan denganku, dia akan malu.. aku tau aku tidak boleh begini tapi.. aku berat menerima semuanya.. semua ini terlalu berat.. ini keadaanku yang baru.. memang sedari kecil fisikku selalu jadi bahan hinaan dan olokan teman teman, tapi kali ini aku lebih malu..

semangat ku untuk sembuh pun sudah hilang, aku tau glaukoma tidak akan sembuh.. aku tau.. fisik pun telah mengubah kembali mentalku yang dulu tidak terlalu menampikkan penampilan fisik dan sekarang itu menjadi hambatanku untuk bersosialisasi kembali. aku takut teman temanku yang baru tidak menerima keadaanku, aku takut orang yang aku sayangi pun tak menerimaku, aku takut. semuanya aku takut..